Jelajah Murah Asean

Keliling lima negara Asean dengan biaya murah, saat ini bukan mimpi lagi. Yang dibutuhkan hanyalah otot betis yang kuat. Bisa dilatih toh ? Namanya juga backpacking, maka kita akan banyak berjalan kaki. Ini bukan petualangan keluar masuk hutan yang memungkinkan kita ketemu binatang buas. Jadi jangan takut!  Begitu melangkah keluar rumah, orang baik bisa dijumpai di mana saja, meski kita juga tetap harus hati-hati.

 Berikut ini saya mencoba berbagi pengalaman tentang perjalanan ke lima negara : Singapura, Vietnam, Cambodia, Thailand dan Malaysia. Kenapa lima negara ini ? Karena sesama negara Asean jadi kita tidak memutuhkan visa. Itu alasan pertama. Alasan kedua, karena untuk melintasi  lima negara ini, transportasinya sangat mudah.  Teman sesama backpacker dari berbagai bangsa akan menempuh rute yang sama, sehingga cenderung aman.

Berapa total biaya yang kita butuhkan untuk mengunjungi lima negara tersebut ?  Setiap orang bisa berbeda. Biaya paling tinggi itu pesawat. Tapi kalau bisa dapat  satu juta pp pada saat promo akan sangat membantu. Juga tergantung ketabahan  mental seseorang. Misalnya, apakah cukup tabah untuk naik bus yang termurah dalam jelajah darat. Atau apakah cukup ulet untuk selalu naik transportasi umum dan bukan taksi untuk mengeksplorasi sebuah kota. Usahan juga naik bus / kereta antarkota atau antarnegara pada waktu malam sehingga menghemat sewa hostel. Ada teman yang bisa hanya 5 juta keliling negara-negara tersebut. Tambahkan 1/3-nya untuk biaya tak terduga. Hemat dalam tiap pengeluaran meski tetap harus jaga kesehatan. Tidur di dorm, beli tiket bus / kereta  yang termurah, beli makanan yang terjangkau itu kuncinya. Nggak usah beli oleh-oleh yang aneh-aneh cukup postcard atau gantungan kunci.

Tulisan ini hanyalah uraian bauat para pemula. Yang sudah biasa menjelajah ke banyak negara tentu tak perlu lagi uraian macam begini. Saya berharap tulisan ini bisa memberi semangat. Banyak hal yang bisa diperoleh dengan berlibur ke tempat-tempat yang belum pernah didatangi, misalnya pikiran yang segar, badan yang sehat, mental yang lebih liat.

Ayo terus berjalan – untuk menjaga nyala di dada !

Seekor kupu terbang sendiri di Angkor Wat

  1. Persiapan
  • Siapkan paspor. Kalau belum punya buat dulu di Kantor Imigrasi. Cepat dan tidak ribet kok, paling dua hari sudah kelar. Biaya sekitar Rp 250.000. Kalau  paspor elektronik mungkin Rp 500-600 ribu ya ? Saya belum punya.
  • Berburu tiket murah. Tiket murah tujuan Asia tenggara biasa ditawarkan oleh www.airasia.comwww.jetstar.com ,   atau www.tigerair.com. Rajin-rajinlah membuka web mereka agar mendapat tiket promo. Salah satu caranya, daftarkan email anda pada maskapai tersebut, jadi jika ada tiket promo anda langsung akan mendapat pemberitahuan. Tiket promo bisa dicari setengah tahun bahkan setahun sebelumnya. Lebih mudah membeli tiket online selewat tengah malam.
  • Buatlah itinerary: kota-kota yang akan dikunjungi, tempat menginap dan sarana transportasi yang akan digunakan. Selain tiket, komponen mahal dalam setiap perjalanan adalah penginapan. Kita bisa mendapat penginapan murah di  di dorm hostel, artinya tidur beramai-ramai dan kita hanya membayar per bed. Hostel dapat dilihat di sini: www.hostelworld.com ,   www.hostelbookers.com  ,  atau www.agoda.com. Usahakan memilih tempat di mana para backpacker berkumpul. Misal di Singapura adalah kampung Bugis, HCMC di Pham Ngu Lao dan Bui Vien Street. Phnom Pen disekitar River Side, Siem Reap di sekitar Old Market atau Pub Street, Bangkok disekitar Khao San, Banglampoo, Tani Road, Soi Rambutri dan Soi Kraisi. Lihat review dari pengguna terdahulu.  Pertimbangan dari www.tripadvisor bisa pula membantu.
  • Pada umumnya kita bisa mendapatkan penginapan secara go show. Tetapi kalau merasa kurang nyaman karena harus membawa-bawa backpack sambil putar-putar, baik pula jika sudah booking sebelumnya. Booking hostel tidak perlu berbulan-bulan sebelumnya seperti membeli tiket. Seminggu atau dua minggu sebelumnya cukuplah.

2. Sarana komunikasi

Sarana komunikasi bisa menjadi komponen yang amat mahal kalau kita tidak tahu cara mensiasatinya. Berikut sedikit tips untuk membuat kita tetap terhubung dengan keluarga dan sahabat dengan cara murah. Pengalaman saya selama 14 hari perjalanan  hanya menghabiskan Rp 35.000 saja. Ini bukan mengiklankan Telkomsel, hanya kebetulan saya menggunakan kartu ini.

  • Persiapkan kartu sim ; daftarkan roaming internasional *266# untuk Telkomsel. Operator lain saya kurang tahu. Pengalaman saya berkeliling, di bandara, hostel, restoran dan cafe yang saya singgahi WIFI cukup kencang. Sesampai LN matikan data seluler dan aktifkan WIFI, kemudian  ganti setting / pengaturan ponsel.  Ini adalah operator yang bekerja sama dengan Telkomsel.
  • Jika anda pakai android, Klik sebagai berikut :
  • Pengaturan
  • Selengkapnya
  • Jaringan Seluler
  • Operator Jaringan
  • Pilih Manual – tunggu –  menelusuri
  • Kemudian pilih operator sbb : Ini adalah operator yang bekerja sama dengan Telkomsel.
    • Singapura : Singtel
    • Vietnam : Vitel Grup / Vnm
    • Cambodia : Mvone, Areth
    • Thailand : Taco Thact Awn
    • Malaysia : Maxis Mobile, Celcom Asiata
  •  Idealnya pilih setting manual, karena ini berhubungan tarif, jika kita terpaksa menggunakan call atau sms. Tapi kenyataannya di perbatasan antarnegara, sering operator yang bekerjasama dengan   telkomsel tidak ada sinyal. Ya, sudah pakai saja setingan otomatis. Kenyataannya baik-baik saja kok, asal sementara waktu puasa nelpon, menerima telpon dan sms. Selalu matikan data seluluer.
  • Beberapa aplikasi dari android baik pula diunduh. Triposo untuk memberi petunjuk wisata kota-kota tertentu. Maps.me merupakan petunjuk peta offline.
  • Baik pula jika anda bawa print-out google map untuk tujuan wisata dan hostel anda selain untuk pegangan pribadi juga untuk ditunjukkan kepada sopir taksi, tuk-tuk atau orang lain jika menanyakan alamat.

3. Peralatan yang dibawa

Apa saja yang perlu dibawa ? Sesuai kebutuhan kitalah. Anda mau bawa netbook atau tablet baik juga. Buku untuk membunuh rasa jenuh saat menunggu bus, itu juga baik. Ini beberapa bawaan saya :

  • Kabel ekstension listrik dan colokannya. Bawa dua macam yang ujungnya pipih dan bulat.
  • Botol minum dan tempat makan pribadi. Di tempat-tempat tertentu kita bisa membeli nasi dan lauknya secara terpisah. Karena porsinya besar, sebagian bisa di bawa ke hostel untuk menghemat.
  • Lauk keringan juga baik untuk dibawa.
  • Satu daily backpack, berupa ransel kecil yang bisa kita bawa sehari-hari. Dalam perjalanan letakkan di depan badan.
  • Dompet tipis yang dikalungkan atau bisa juga yang berbentuk dompet pinggang yang melekat di badan. Tutupi dengan kemeja / kaos. Gunanya untuk menyimpan paspor, tiket dan uang. Ingat di luar negeri paspor adalah ibarat nyawa anda. Jangan sampai hilang.
  • Seperangkat gembok kecil untuk mengunci retsliting backpack anda.
  • Buku notes untuk mencatat peristiwa yang dialami, saat tak ada WIFI.
  • Kamera dan monopod / tripod kecil.
  • Sandal jepit

4. Packing :

Kita tidak perlu membeli bagasi pesawat tetapi ingat  tentengan tas kabin 7 kg saja untuk AirAsia dan Tiger Air  atau 10 kg kalau Jetstar. Ini contoh isi backpack 7 kg  yang saya pakai untuk 2 minggu, intinya seringan mungkin :

  • 1 celana panjang dengan banyak saku (celana gunung ? nggak tahu apa namanya)
  • 1 jeans warna gelap (biar nggak kelihatan kotor)
  • 1 celana kolor panjang batik
  • 1 celana pendek
  • 4 tshirt dan 1 kemeja
  • 1 kain pantai, boleh juga sarung; bisa jadi alat serba guna misal : syal, selimut, partisi di dorm, dll
  • Pakaian dalam: celana dalam beli disposal saja – sekali pakai buang, bisa dibeli di supermarket.
  • Toiletris : sampo, hand n body lotion, sabun, odol, dll bawa dalam ukuran kecil. Semua yang berbentuk cair maksimal 100 ml saja. Handuk sebaiknya bawa, tidak nyaman rasanya memakai handuk dari hostel. Tidak semua hostel menyediakan handuk.

5. Daftar Perjalanan

Setelah semua siap kita tinggal berangkat, Ini contoh itinerary Jakarta – Singapura – Vietnam – Cambodia – Malaysia selama  setengah bulan dengan biaya murah. Tujuan wisata bisa dibolak-baik tergatung tiket murahnya dapat yang mana. Misalnya anda mulai dari Singapura- Malaysia- thailand – Cambodia dan berakhir di Vietnam, begitu juga tidak masalah.

Day 1 : Bandara Soetta – Changi – Singapura

  • Tiger Air dan Jetstar akan transit di Singapura. Jika anda memilih dua maskapai ini, bisa pilih tiket dengan jeda transit yang panjang (ada yang lebih dari 24 jam lho !), sehingga jeda waktu ini bisa kita manfaatkan untuk mengelilingi beberapa tempat di Singapura, misalnya anda mendarat siang hari, sementara pesawat lanjutan ke HCMC baru subuh keesokan harinya.
  • Isi formulir imigrasi dengan cermat, jangan ada yang dikosongi supaya tidak dicereweti pegawai imigrasi. Ambil peta Singapura sebelum keluar bandara. Backpack bisa dititipkan di bandara. Selanjutnya anda bisa  putar-putar Marina Bay–patung Singa Merlion, China Town, Sentosa island/Universal Studio . Jalur  MRT bisa dipelajari di http://www.visitsingapore.org/ .

~~ tur gratis Singapore ~~

  • Kalau anda hanya punya waktu transit minimal selama 5 / 6  jam saja, anda bisa ikut tur gratis diadakan oleh pihak bandara dan Singapore Airlines yaitu Tur Warisan Budaya (4 kali sehari, pk 9.00, 11.30, 14.30, 16.00). Tur akan bekeliling ke landmark ikonik Singapura, seperti Merlion Park, Colonial District, Chinatown dan Little India.  Paket yang satunya yaitu City Light tur (hanya ada sekali jam 6 sore), anda akan dibawa  melawat Singapore Flyer, Marina Bay Sands, dan Gardens by the Bay. Pendaftaran  di stan Tur Singapura yang terletak di Terminal 2 dan 3, Lantai 2, Ruang Transit Keberangkatan. Sebelumnya cek di buku panduan Banadara Changi apakah paket tur gratis ini masih ada. Penghujung tahun lalu saya masih kebagian.  Kalau tidak ada anda bisa keliling sendiri dengan pedoman peta dan jalur MRT singapura seperti perunjuk di atas..
  • Spot tidur di Bandara Changi

  • Malam hari segera kembali ke bandara untuk menunggu penerbangan ke HCMC. Banyak yang bisa dilakukan di sini tanpa harus keluar dari bandara ; lihat toko-toko, makan, ngopi, tukar uang, main internet semalaman, berenang, nonton film, pijat kaki dsb. Kalau jenuh ya tidur saja, ada beberapa spot untuk tidur dengan nyaman. Panduan tentang Bandara Changi klik di sini http://www.changiairport.com/at-changi/downloadable-airport-guides.
  • Pagi –pagi boarding lagi menuju Saigon (Ho Chi Minh City).

Sejoli Vietnam berfoto usai pemberkatan nikah di Katedral Saigon

Day 2 : Ho Chi Min City (Saigon)

  • Tiba di bandara pagi-pagi. Keluar dari terminal,  ATM ada di sebelah kanan.
  • Kalau mau naik taksi pilih Vinasun warna putih. Pilih yang pakai argo, kalau dia tidak mau pilih yang lain.
  • Kalau mau naik bus: parkirnya di sebelah kiri terminal kedatangan; ambil no 152, akan berhenti di pasar Ben Tanh. Ticket 4000 VND bayar di atas bus. Dari Pasar Ben Than tinggal menyeberangi Taman Cong Vien 22/9 dan anda sudah sampai di Pam Ngu Lao street.
  • Saran saya sebaiknya naik taksi saja, kecuali anda sudah kedua kalinya datang di Saigon. Taksi tidak mahal. Kalau naik bus turun di Ben Tahn market, anda harus cari-cari arah di mana letaknya Pham Ngu Lao dsb, nanti malah repot sendiri. Tanya –tanya orang mereka tidak bisa bahasa Inggris. Pengendara cyclos (seperti becak dengan satu penumpang)atau ojek motor akan menjebak anda dengan tarif yang tidak masuk akal.
  • Ke hostel di Pham Ngu Lao atau Bui Vien Street.
  • Saya sih menginap di Hongkong Keiteki Hotel, Bui Vien street no 22; recommended-lah. Ini merupakan capsule hotel sehingga kita masih punya privacy, harga sekitar 7 dolar per malam. WIFI bagus. Ada yang dorm yang lebih murah lagi yang sekitar 4 – 5 dollar saja. Sekali lagi cek di http://www.hostelworld. com
  • Jalan-jalan di seputar Distrik satu. Ada apa saja di sini ? Klik di sini 
  •  Malam hari nonton Water Puppet show. Ada 3 kali pertunjukan yaitu jam 5, 6.30 dan 8 sore / malam. Harga tiket sekitar 4 dolar (tanpa buffet atau dinner ya …). Beli tiket secara langsung tidak usah dari agen / hostel supaya lebih hemat. Tempatnya di Golden Dragon water puppet show, Nguyen Thi Mihn Kai Street no 55. Tidak jauh kok dari Ben Than Market.

Day 3 : Ikut tur Chao Day temple dan Cuchi Tunnel seharian.

  • Yang bagus beli paket tur di Sihnn Tourist, di jalan De Tham. Beli sehari / semalam sebelumnya. Harga sekitar 10 – 11 dollar.

Day 4 : Tur Sungai Mekhong seharian

  • Ikut Mekhong River tur seharian bersama Sihn Tourist. Tiket dibeli sehari sebelumnya. Harga sekitar 10 – 11 dollar.
  • Malam hari, jalan ke Pasar Ben Than cari oleh-oleh : gantungan kunci, post cards, kaos dengan macam-macam desain (yang unik misal dengan gambar palu arit atau bintang emas. Berani pakai nggak ?) bisa dibeli dengan 50.000 dong saja.

Hail Uncle Ho! Sebuah mural di samping kantor pos pusat Saigon

Day  5 :  Phnom Phen

  • Pagi sekitar jam 7 naik bus ke Phnom Phen. Beli tiket bus sesaat setelah kita tiba di Saigon. Bus yang bagus Mekhong Express atau Sapaco. Tiket bisa beli di agen Pham Ngu Lao, tapi lebih mahal dari harga resmi tentu saja. Cek website kedua agen bus tersebut. Harga resmi sekitar $13. Ada yang jalan malam, sleeper bus Virak Bhuntam namanya, juga sedikit lebih murah. Tetapi banyak pihak tidak merekomendasikan bus ini; berangkatnya terlalu malam (jam 1 malam), waktu tempuh yang lebih lama, karena kita akan tertahan di perbatasan Cambodia. Konon pelayanannya juga tidak bagus. Staf hostel yang saya tumpangi bahkan dengan tegas melarang saya naik bus ini. “Not good for you madam…”
  • Sampai di Phnom Phen sekitar jam 2 siang. Cari penginapan disekitar River Side. Yang wajib dikunjungi Killing field Choeng Ex, penjara Toul Sleng dan the Royal Palace . Mampir ke Warung Bali dekat Royal Palace, pemiliknya orang Indonesia. Sewa tuk-tuk setengah hari paling mahal 8 dollar.

Day 6, Siem Reap

  • Pagi-pagi naik bus ke Siem Reap. Tiket dibeli sesaat setelah kita tiba ya.. . Selewat tengah hari bus tiba di Siem Reap.  Cari penginapan sekitar Old market atau Pub street. Kalau anda sudah booking hostel secara online, biasanya hostel akan menjemput kita dengan tuk-tuk di perhentian bus asal kita memberi tahu sebelumnya apa nama bus kita.
  • Malam hari jalan-jalan ke old market / pub street. Ada restoran yang memberi sajian tari apsara secara gratis bagi pengunjungnya. Saya lupa namanya.
  • Subuh sampai matahari terbenam sewa tuk-tuk $ 15 – 18 untuk menjelajah Angkor Wat (minta saja mini tur : artinya anda hanya berkeliling ke candi-candi penting sampai jam 1, lalu makan siang di kompleks itu). Sisa waktunya bisa dipakai untuk mengunjungi objek wisata yang lain misalnya kampung apung di danau Tonle Sap atau Cambodian Cultural Village. Tiket masuk ke Angkor Wat 20 dollar. Kalau cuma keliling seharian di Angkor Wat sih $ 15. Minta hostel untuk mengorganisir sharecost dengan traveler lain. Satu tu-tuk bisa untuk 4 orang.
  • Jangan lupa sesudah makan siang minta supir tuk-tuk mengantar ke agen bus / minivan untuk beli tiket ke Bangkok. Minivan ke Bangkok sekitar $18 – $22, bus lebih murah. Bedanya; dengan minivan anda akan diantar langsung ke Khaosan, sedangkan bus hanya berhenti di Mochit / Northern terminal.
  • Sedikit tips : siapkan juga uang lokal Cambodia untuk membeli suvenir dan makanan dalam perjalanan di bus. Kalau kita pakai dollar jatuhnya akan mahal. Cambodia memakai dua mata uang tersebut.

Day 7. Siem Reap – Bangkok

  • Pagi-pagi naik bus atau minivan ke Bangkok. Bus / minivan akan berhenti di border check point  Poipet (Cambodia) dan Aranyaphratet (Thailand). Kita makan siang dan berganti kendaraan di situ.
  • Tiba jam 6 sore dan check in hostel di sekitar Khao San. Sebaiknya cari hostel di sekitar Soi Rambutri, Soi Tani dan Soi Kraisi yang terletak di sebelah utara Khaosan. Khaosan sangat ramai kalau malam, sehingga tidak nayaman untuk istirahat. Dorm ada yang sekitar Rp150.00 – Rp 180.00  sudah dengan sarapan. Segala sesuatu tentang Bangkok bisa dipelajari di sini : http://www.sawadee.com/

Day, 8 Bangkok

  • Pagi-pagi naik Perahu Klong Saen Saeb ke kompleks perbelanjaan di sekitar Mahboonkrong (MBK) atau National Stadium. Anda naik perahu si dermaga Panfa Leelard pier  dekat Monumen Demokrasi,  dan berhenti di Sapan Huachang pier. Informasi baca di sini http://khlongsaensaep.com/.  Alternatif lain Anda juga bisa naik bus nomor 47.
  • Bila berniat belanja di MBK jangan lupa minta MBK tourist card di counter informasi (lantai dasar). Dengan kartu ini kita bisa mendapatkan diskon untuk produk-produk tertentu
  • Siam Paragon, Siam Discovery, Siam Centre dan Jim Thomson Museum saling berdekatan. Bisa dicapai dengan jalan kaki dari MBK. Madam Tussaud ada di Siam Discovery, foto dengan ornamen yang di luar aja karena tiket masuknya mahal. Siam paragon adalah depertement store untuk produk mewah, ada Ocean World di sini. Siam Centre untuk fashion yang lebih bercorak remaja. Ada juga Jim Thomson museum sutera, bayar 100 bath.
  • Siang hari naik BTS Sky Train Silom Line, turun di Saphan Taksin. Jalan dikit ke Sathorn Pier. Dari Sini naik boat ke Ratchawongse Pier. Jalan kaki dan putar – putar di Chinatown. Siapkan otot betis yang kuat untuk jalan kaki. peta juga wajib dibawa sebab gangnya hampir sama. Kalau tersesat usahakan mencari Yaowarat Road, jalan utama di Chinatown yang dipenuhi gerai makanan dan toko emas. Tak jauh dari Yaowarat ada Phahurat street yang disebut juga little India. Berbagai hal yang bercorak India dapat kita temui di sini.
  • Dari Chinatown hari sudah malam, kita bisa ke Asiatique Riverfront. Caranya naik boat ke Sathorn Pier lagi. Mau jalan kaki juga boleh, kalau kuat hehehe…🙂. Dari dermaga ini (exit 2) naik  shuttle boat gratis selama 15 menit ke Asiatique Riverfront. Tempat ini menggabungkan konsep pusat perbelanjaan dengan pasar malam. Bukanya jam 17 – 24. Apa yang bisa didapat di sini ? Asiatique adalah bekas dermaga eksport kayu jati pada tahun 1900-an dan kini dihidupkan lagi sebagai objek wisata bernuansa kejayaan perdagangan abad itu. Ada 40 restoran dengan berbagai tema, 1500 butik, Ada 1000 toko yang menjual baju, suvenir dsb. Anda juga bisa nonton pertunjukan ladyboy yang terkenal di Bangkok di Calypso Cabaret Show. Tiket seharga 1000 bath (oh my goat!).  Buka sekitar jam 8 malam. Ingat shuttle boat menuju Sathorn pier paling akhir jam 23.30. Jam begini perahu Chao Praya sudah tak beroperasi. Naik taksi dari Sathorn Pier menuju Khaosan juga tidak akan terlalu mahal.

Day 9,  Bangkok

  •  Pagi check out dari hostel,  tapi ransel dan barang berharga dititipkan saja. Kita masih punya waktu seharian menyusuri objek wisata di tepi Sungai Chao Praya.
  • Jam 8 naik boat dari Phra Athiet Pier turun di Ta Chang Pier. Jalan ke Grand Palace. Grand Palace dan Emerald Buddha berada dalam satu gerbang. Tiketnya 500 bath. Kalau tertarik,  luangkan waktu beberapa jam sebab sangat banyak hal menarik yang dilihat. Kalau cuma mau foto-foto dari luar saja ya gratis. Makan siang di sekitar Taman Sanam Luang yang terletak di depan  Grand Palace.
  • Keluar dari Grand Palace jalan kaki ke arah belakang (ke kiri) untuk mengunjungi Wat Pho (reclining Budha). Tiket masuk seharga 100 bath. Ada patung Buddha raksasa yang berbaring. Di sini juga bisa belajar pijat lho !
  • Setelah itu jalan sedikit ke Tha Tien Pier. Beli tiket penyeberangan seharga 3 bath. ke Wat Arun (temple of down). Tiket seharga 40 bath. Pemandangan kota Bangkok sangat indah dilihat dari puncaknya, apalagi saat matahari terbenam.
  • Menyeberang lagi ke Tha Tien Pier dan naik perahu ke Pra Athiet pier, selanjutnya ke hostel untuk ambil ransel.
  • Sore berangkat ke Southern terminal. Kita menuju Hatyai. Ingat sore hari bangkok macet-cet, perhitungkan waktu. Naik buskota nomor 55 dari Banglampoo. Pilihan keberangkatan ke Hatyai jam 17, 18, 19, 20. Lama perjalanan sekitar 12- 14 jam. Rentang harga  600 – 1100 bath, tergantung jenis bus. Sekali lagi cek http://www.sawadee.com/.  Tiket bus bisa juga dibeli pada agen perjalanan di Khaosan tetapi harganya akan jauh lebih mahal.

    Get lost someday ! Kaos lucu di Khaosan

    Day 10 Hatyai – Songkla

  • Pagi tiba terminal bus Hatyai. Naik tuk-tuk ke central Hatyai (dekat stasion kereta api), ada banyak penginapan di sini.
  • Saya sih menginap di Laemthong Hotel, sekitar Rp 170.000 per malam. Single room luas non-AC, dan yang penting early check in tidak dimintai biaya tambahan. Tapi yang lebih murah ada beberapa dorm di sekitar situ.
  • Mandi, sarapan dan sewa tuk-tuk untuk keliling Sleeping Budha (Hat Yai Nai), Nora Plaza,Vihara Kwan Im Pho Sat, Pantai Samila Beach (Songkhla), dan floating market. Keliling setengah hari, sewa tuk-tuk sekitar 400 bath.
  • Hatyai terkenal dengan night life and of course red light-nya. So many Arabs come there.  Ada pertunjukan kabaret yang mungkin menarik, tapi tiketnya 1000 bath (Oh My Ghost !!!).

Day 11 : Penang

  • Pagi sekitar jam 9.30 naik minivan Hatyai – Penang, lama perjalanan sekitar 4 jam. Titip tas di terminal lalu keliling Penang. Harga tiket minivan sekitar 400 / 450 bath.
  • Tengah malam naik bus ke KL. Bus Penang – Hatyai sekitar RM 30.

Day 12 : KL

  • Subuh bus tiba di terminal Pudu Raya. Naik taksi sekitar RM 11 ke hostel di kawasan Alor, tidak jauh dari Jalan Bukit Bintang. Atau cari hostel di sekitar belakang Berjaya Times Square. Jalan kaki tidak jauh, tapi repot juga kalau harus bawa backpack. Kalau mau gratisan ya naik GoKL. Pelajari trayeknya dari tautan yang saya sertakan di bawah.
  • Pagi titip tas di hostel, numpang cuci muka, sikat gigi dan duduk sebentar di lobby. Katakan kita akan chek in siang. Early check in kadang harus membayar lagi. Sarapan pagi di sekitar Bukit Bintang.
  • Ikut keliling bus wisata gratis (Go KL). Ada empat jalur bus yaitu yang berwarna ungu, biru, merah dan hijau. Bus akan berkeliling tempat-tempat bisnis dan wisata terkenal di Kuala Lumpur. Untuk kawasan Bukit Bintang, perhentian bus (ungu) ada di dekat Sungai Wang Plaza. Bus Go KL akan keliling kota sampai jam 11 malam pada sabtu dan minggu. Selebihnya jalur goKl dapat dicek di sini : http://www.gokl.com.my/. Download saja jalurnya supaya kita tahu di mana menunggu busnya. Ini lebih jelas ;  klik di sini 

Day 13

  • Naik Monorail Rapid KL ke KL Central selanjutnya naik skybus ke KLIA 2 dan dengan AirAsia kembali ke Jakarta.
  • 🙂🙂 Dengan hati lega bernyanyi … “ke Jakarta aku ‘kan kembali” …. 🙂🙂

  FAQ

T          : Bagi solo backpacker woman apakah perjalanan tersebut di atas aman ?

J           : Ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan pada saya. Jawabnya, sangat aman, selama kita mengikuti jalur bus / kereta dan mengunjungi tempat-tempat yang umum didatangi para backpacker. HCMC-Phnom Phen- Siem Reap – Bangkok itu merupakan jalur backpacker yang ramai banget. Kita akan berkendara ramai-ramai dengan wisatawan bule, Korea, Jepang dan Filipina.  Mulai dari Bangkok ke arah selatan (hatyai) tak banyak wisatawan manca, saya naik bus bersama penduduk lokal. Dari Hatyai ke arah KL agak sama situasinya. Bahkan saya berombongan dengan pekerja migran dari Lao (Thailand Utara). Tak apa-apa. Mereka baik dan dengan komunikasi yang sangat terbatas berusaha take care saat tahu saya baru pertama kali melintasi border  Sadao – Bukit Kayu Hitam.

T          : Apa nggak garing jalan sendiri ?

J           : Sama sekali tidak, kecuali anda seorang introvert akut. Jalan seorang diri membuat adrenalin mengalir kencang. Justru anda akan menemukan pengalaman dan pertemanan baru. Menginaplah di hostel bukan hotel sebab kita bisa berinteraksi dengan banyak orang.

T          : Apakah saya sebaiknya membeli asuransi perjalanan ? Kan sudah ada asuransi dalam pembelian tiket pesawat.

J           : Sebaiknya beli asuransi perjalanan sehingga jika terjadi hal-hal buruk ada yang menanggung.  Usahakan membeli yang bisa bayar kontan di tempat bukan yang sistem reimburse (penggantian kemudian). Pengalaman beberapa teman, Assist card dan Chartis bisa.   Maksudnya jika seandainya (jangan sampai sih) kita sakit di perjalanan, pihak asuransi langsung membayar kepada rumah sakit tempat kita dirawat. Kita tinggal telpon emergency call-nya. Asuransi pada tiket pesawat  hanya menanggung segala hal yang berhubungan dengan pesawat anda. Sebenarnya kalaupun tidak beli asuransi pada tiket pesawat tidak masalah, sebab (ini ngomong pahitnya lho ya!!) kalaupun terjadi kecelakaan pesawat, semua ahli waris penumpang akan menerima haknya. Nah, yang tak perlu dibeli adalah asuransi yang dijual lepas saat kita berada di bandara. Polis di tangan anda, kalau ada apa-apa keluarga tak punya bukti ada sudah membeli. Letakkan copy tiket pesawat, polis asuransi dan itinerary di tempat yang mudah dilihat / dijangkau oleh keluarga / teman kantor sehingga mereka bisa ikut memantau keberadaan kita.

T          : Apakah aman menginap di mix-dorm ?

J           : Aman. Para backpacker itu punya etika untuk saling menghargai. Kalau mau ngobrol biasanya mereka akan keluar dari ruang tidur. Jam 9 malam juga lampu sudah dimatikan. Masukkan barang-barang ke dalam locker dan kunci. Saya selalu minta lower bed di ujung. Bagian bawah ranjang tingkat yang diujung.  Barang yang berharga titipkan di safety box di resepsionis. Biasanya kita akan dimnitai uang tanggungan yang akan dikembalikan jika kita check out.

T          : Saya bisa nggak jalan-jalan ke luar negeri gratis ?

J           : Sangat bisa. Caranya cari dong beasiswa sekolah atau minimal kursus di luar negeri yang menanggung seluruh cost. Saya juga pernah kok dapet. Solo travelling saya yang pertama malah ke Perancis loh. Gratis. Cara lain jika ingin menginap gratis di rumah penduduk local, bisa bergabung dengan Couchsurfing (CS) di www.couchsurfing.org dan sign up di situ. Keanggotaannya gratis. Sebagai anggota anda juga harus siap menerima traveller dari negara lain di rumah anda.

T          : Apa saya harus fasih bahasa Inggris ? Apakah wajib belajar bahasa lokal di tempat-tempat yang kita kunjungi ?

J           : Nggaklah. Di beberapa tempat malah bahasa Inggris kita tak berguna sebab orang tidak paham. Bahasa lokal, boleh dipelajari, tapi tidak terlalu pentinglah. Bayangkan kalau kita berjalan ke 10 negara, kita harus mempelajari 10 bahasa. Mabok.

T          : Apakah aman bagi perempuan backpacker masuk restoran, cafe, bar seorang diri ?

J           : Saya selalu masuk restoran / warung / cafe seorang diri. Jika seseorang meminta duduk semeja dengan saya, dengan senang hati saya menyetujui. Ngobrol saja hal-hal yang ringan atau tukar pengalaman tentang perjalanan. Kalau obrolan mulai tidak nyaman, tinggalkan.  Bar ? Lihat dululah situasinya. Kalau bar itu berada dalam hotel yang saya inapi, saya cenderung berani masuk, hanya lihat-lihat sebentar. Saya tidak minum alkohol dengan orang yang tidak saya kenal dengan baik.

T          : Apa yang harus dijawab ketika seseorang baru dikenal  dan mengajak sharecost taksi, kamar hostel dll ?

J           : Pakai logika, intuisi dan kata hati. Artinya jangan naif tapi jangan pula berburuk sangka terus. Setelah ngobrol panjang lebar, ditambah pengalaman seharian bersama dalam perjalanan, kita bisa tahu latar belakang teman tersebut. Kalau kita yakin bahwa mereka orang baik-baik kenapa tidak ? Share dorm, taksi bahkan menu makanan di restoran akan sangat menghemat.   Tentu sangat mengesankan punya teman-teman baru dengan latar belakang yang sangat berbeda. Kalau intuisi anda merasa tidak nyaman, katakan saja bahwa anda lebih suka sendirian. Kalau dikatakan dengan sopan pasti mereka maklum kok. Jangan sungkan mengatakan NO. @@vg@@

Tiket Angkor Wat

Grand Palace – Bangkok

Menyolder- Pasar Seni, Kuala Lumpur

Petronas Tower

Silakan tulis komentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s