Mengenang Munir – Merawat Ingatan

Tahun ini genap sepuluh tahun aktivis hak asasi manusia Munir Said Thalib meninggal karena diracun dalam perjalanan ke Amsterdam. Alih-alih menjadi jelas siapa dalang utama pembunuhannya, justru eksekutornya, Pollycarpus Budi Hari Priyanto bebas bersyarat pada bulan November lalu. Pollycarpus hanya menjalani total 8 tahun penjara dari vonis 20 tahun yang semula dijatuhkan padanya. Seorang saksi kunci, Ongen meninggal dunia secara aneh. Seorang lagi, Budi Santoso tak terlacak, setelah sebelumnya mengaku bahwa nyawanya menjadi incaran. Rasa keadilan kita terluka. Murah sekali nyawa seorang anak bangsa  di bumi Pancasila ini, jika ia berjalan di atas integritas.

Dalam edisi khusus yang terbit 8 Desember 2014, majalah mingguan Tempo memuat 35 judul tulisan, feature dan opini,  yang dihimpun dalam tajuk utama : Fakta baru Pembunuhan Munir. Saya capture 2 judul saja di sini, agar saya merayakan hari ini – hari Hak Asasi Manusia Sedunia – dengan merawat ingatan  saya akan kewarasan. Integritas dan segala nilai-nilai luhur harus dimulai dari masing-masing  pikiran dan kebeningan nurani  pribadi.

Silakan klik pada file untuk membaca lebih jelas.

IMG_20141210_091609IMG_20141210_091258IMG_20141209_142145IMG_20141209_142225IMG_20141209_142349

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

IMG_20141210_092137IMG_20141209_142818

Silakan tulis komentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s