Vietnam : Cuchi Tunnel

Backpacking to Vietnam Day 2 : Cuchi Tunnel

Mengunjungi Cuchi Tunnel, kita seperti menapak kembali sejarah Vietnam yang militan. Milintansi yang menjungkirbalikkan hitungan logika dalam sebuah pertempuran. Super power Amerika  hengkang setelah menhadapi gigihnya perlawanan  rakyat sepanjang 1960 – 1975. Terowongan Cuchi menjadi simbol harga diri dan kebanggaan Vietnam bagaimana bangsa itu merebut kemerdekaan dengan pengorbanan yang besar.

Ikon Cuchi Tunnel

Ikon Cuchi Tunnel

Militansi dan ketangguhan yang sama agaknya juga mengubah Vietnam mampu mengejar ketertinggalannya dari bangsa-bangsa lain di Asia Tenggara. Tahun 1980-an ketika bangsa-bangsa di sekitarnya sibuk membangun, Vietnam sibuk dengan perang saudara, penaklukan dan pengungsian. Militansi pula yang mungki nmembuat Vietnam sampi kini bertahan sebagai salah satu benteng terakhir komunisme sementara negara berpaham sejenis di Eropa Timur satu per satu tumbang.

Tapi kini, jangan membayangkan Vietnam dengan bayangan stereotipe lama komunisme yang serba kaku dan penuh keseragaman. Tidak ada yang terlalu berbeda dengan negara-negara lain. Apa yang ada di kota metropolitan, ada juga di Vietnam, Soigon setidaknya. Kapitalisme seakan tumbuh merabak. Segala komoditas akan diolah untuk dijadikan uang, termasuk di sektor pariswisata.

Cuchi Tunnel termasuk  salah satu situs wisata sejarah yang banyak diminati para turis. Hari kedua di Vietnam, ke sanalah saya pergi. Rencana semula saya ingin mengunjungi 2 temapt sekaligus yang biasanya disatukan dalam satu paket : Cuchi Tunnel dan Chao Dai temple. Tapi saya belum beruntung, Chao Dai temple tak ada aktivitas sampai dua hari ke depan. Apa boleh buat akhirnya saya terpaksa ambil juga paket setengah hari ke Cuchi tunnel.

Jam 7.30 saya sudah siap di Shin Tourist dan baru setengah jam kemudian bus berkapasitas sekitar 30 orang itu berangkat. Beruntung, saya bersebelahan duduk dengan Jaime – Bing, seorang dokter Filipina yang sudah dua tahun bekerja di Batambang, kota di Cambodia yang berbatasan dengan Thailang. Karena Bing juga berwisata seorang diri jadi sepanjang siang sampai malam harinya  kami berdua kompak sekali.

Seperti namanya, Terowongan Cuchi terletak di distrik Cuchi, 70 km dari Saigon. Sekarang ini, Chuchi Tunnel yang merupakan monumen peringatan bagi perjuangan bagi tentara Vietcong melawan pendudukan Amerika juga berhasil mendatangkan devisa. Banyak turis asing mengagumi bagaimana dulu para tentara rakyat Viet Cong berhasil mengalahkan Amerika dalam perang Vietnam selama 1960 – 1975.   Perjuangan rakyat ini digambarkan dalam studio alam seluas 70.000 m persegi.

Petugas memperagakan penggunaan lubang persembunyian

Petugas memperagakan penggunaan lubang persembunyian

Pada awalnya terowongan ini berfungsi sebagai tempat persembunyian, jalan untuk berkomunikasi dengan tentara Vietcong di medan tempur sekaligus mensuplai logistik, senjata dan obat-obatan bagi mereka. Panjang terowongan bawah tanah ini pada saat itu sekitar 200 km. Tidak mudah hidup dalam terowongan sempit di bawah tanah macam itu. Kekurangan oksigen dan serangan berbagai penyakit misalnya malaria menjadi ancaman kematian bagi pejuang Vietnam.

 

Belum lagi serangan Amerika yang dikenal sebagai Crimp Operation pada  7 Januari 1966. Tiga puluh ton high explosive bom dijatuhkan di distrik Cuchi.  Delapan ribu pasukan dari US 1st Infantry Division, 173rd Airborne Brigade dan 1st Batallion Royal Australian Regimes diterjunkan untuk menggempur wilayah ini. Tetapi operasi besar-besaran ini tidak mendatangkan hasil yang diharapkan. Selama masa pertempuran yang panjang, Cuchi Tunnel sungguh membuat putus asa Amerika, sampai akhirnya mereka menarik pasukannya pada 1972 dan diikuti dengan total jatuhnya Vietnam Selatan pada 1975.

Booby trap

Booby trap

Sekarang Cuchi Tunnel merupakan objek wisata favorit dan ikon perjuangan Vietnam. Situs ini mulai dibangun pada tahun 1993. Tahap pertama pembangunannya diresmikan pada Desember 1995 sekaligus untuk memperingati 20 tahun penyatuan Vietnam Utara dan Selatan. Tetapi sebagai destinasi wisata terowongan Cuchi baru dibuka pada 2008.

Sebagai destinasi wisata terowongan Cuchi terbagi dua yaitu Ben Dinh dan Ben Duoc. Yang pertama terletak lebih dekat Saigon, rekonstruksi terowongan bawah tanah dibuat lebih besar, sehingga para turis terutama orang Eropa dan Amerika dapat memasukinya. Sementara Ben Duoc dibuat mendekati aslinya.

Termasuk dalam situs Ben Duoc adalah juga 3 bangunan tambahan yaitu : prasasti yang bertuliskan nama 50.000 pejuang Vietnam yang gugur, menara 9 tingkat setinggi 40 meter dan kuil utama. Di kompleks terowongan bawah tanah Ben Duoc ini para pengunjung diajak berkeliling untuk melihat peralatan gerilya yang dipakai oleh pejuang Vietnam seperti parang, granat, tombak, perangkap ranjau, juga diperagakan bagaimana memproduksi pakaian yang mereka kenakan. Para pengunjung bahkan diundang untuk memperagakan bagaimana masuk ke dalam lubang sempit persembunyian gerilya dan berjalan memasuki lorong bawah tanah.

Boneka memeperagakan pembuatan senjata

Boneka memeperagakan pembuatan senjata

Areal Cuchi Tunnel Ben Duoc saat ini juga menjadi tempat berlatik bagi asosiasi olah raga menembak Vietnam. Maka di lokasi ini sekaligus pengunjung boleh ikut berlatih menembak, dengan berbagai model senjata dan peluru, yang harganya bisa dipilih sendiri. Di akhir aktivitas tur, para pengunjung diajak duduk di sebuah hall kecil dan disuguhi teh pandan dan singkong rebus. Pemandu mengatakan, itulah makanan para pejuang Vietnam selama masa perang.

 

 

Sorry narsis

Sorry narsis

 

 

Markas olag raga menembak

Markas olag raga menembak

SAM_0546

Mencicip santapan kamerad pejuang : singkong rebus bumbu kacang

 

Silakan tulis komentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s