Death Railway – Kanchanaburi

Salah satu pemandangan dari jembatan kereta api River Kwai

Salah satu pemandangan dari jembatan kereta api River Kwai

Historia magistra vitae est – History is life’s teacher.

Foto-foto ini saya ambil di Museum Kereta Api, Kanchanaburi, 120 km dari Bangkok, berbatasan dengan Myanmar. Empat ratus ribu orang – kebanyakan tawanan perang sisanya adalah tenaga kerja paksa yang di Indonesia di kenal dengan romusha – dikerahkan membangun jalur dan jembatan kereta api, menembus pegunungan dan melintasi sungai deras. 100 ribu orang tewas secara tragis karena kejamnya penindasan Jepang dan beratnya medan serta beban kerja paksa. Tak ada angka pasti mengenai jumlah korban (CMIIW).

Kejamnya perlakuan Jepang pada para tawanan perang dalam pembangunan rel dan jembatan kerata api di Kancanhaburi dapat disimak pada dokumenter dan film berikut ini: http://en.wikipedia.org/wiki/The_Bridge_on_the_River_Kwai ; https://www.youtube.com/watch?v=93BvEKXW0g4
http://ffilms.org/the-bridge-on-the-river-kwai-1957/

Kiranya satu hal saya tahu pasti arti sejarah. Dari sejarah saya belajar tentang keteguhan, ketulusan, cinta kasih dan melebihi semuanya adalah HARAPAN. Hal yang sebaliknya dari sejarah, tanpa dendam (semoga) kita melihat kesalahan masa lalu – fanatisme, kebencian, penindasan, dan segala perwujudan nafsu angkara – agar kita semua bergandeng tangan membangun  hari depan yang lebih baik, tak peduli seberapa pun besar perbedaan.

Sebuah prasasti yang ditorehkan di sudut museum kereta Kanchanaburi perlu kita renungkan bersama. ~ … With courage they fought for the younger generation to live in peace. They had died for their beloved nation. Thai border is marked by the bones of fearless. We the younger generation shall maintain our independence and companionship forever… ~

Replika yang menggambarkan para tawanan perang membangun rel kereta api

Replika yang menggambarkan para tawanan perang membangun rel kereta api

SAM_0674

Ratusan ribu korban berjatuhan

SAM_0678

Jembatan kereta di atas River Kwai, sekarang tidak lagi digunakan

SAM_0675

Gerbong yang digunakan untuk mengangkut tawanan 

Foto-foto lengkap tentang museum kereta api dapat di lihat   di sini:  https://www.facebook.com/veronika.gunartati/media_set?set=a.10203993204206382.1073741827.1111389015&type=1

Related Post :

Tidak berkaitan dengan Death Railway Kanchanaburi tetapi sangat  berkaitan dengan kekejaman tentara penjajahan Jepang, adalah adanya jugun ianfu atau comfort woman. Meraka adalah perempuan dari berbagai bangsa : China, Korea, Indonesia dan Filipina yang dipaksa bekerja sebagai budak seks bagi tentara Jepang. Sebuah film dokumenter tentang Jugun Ianfu Indonesia ( Indonesian Comfort Woman) dapat dilihat di tautan ini: http://www.youtube.com/embed/Hx4vRRH7rhc.

 

2 thoughts on “Death Railway – Kanchanaburi

Silakan tulis komentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s