Caprezt  Bilang Kampretz

Mengumpat = Latah = Kentut

Mengumpat, latah dan kentut itu sama levelnya.  Spontan dan bisa melegakan. Akan jadi masalah jika sesorang tak mampu mengendalikan ketiganya atau salah satunya. Ora empan papan. Perbuatan kriminal sih bukan. Tapi melanggar sila kedua Pancasila : Kemanusiaan yang adil dan beradab. Tambah jadi masalah lagi kalau dia adalah orang penting dan bicara di event penting pula. Ketauan deh aslinya…

“Jancuk. Makmu bonto, pakmu koplo. Kon nguntal jaran tah ?” begitu umpatan sahabat saya di masa kuliah dulu kalau jengkel atau marah.. Misuh menjadi mantra yang melegakan dari rasa tertekan.

Lega di dia. Tapi bagi orang yang mendengarnya reaksi bisa macam-macam. Bagi orang yang tidak akrab bisa alregi dan menganggap ini lontaran mulut yang tak beradab. Lha bagi kami yang tiap hari bergaul akrab dengan dia, umpatan ini jadi bahan lelucon saja.

Kalau  perlu dia diprovokasi, supaya emosinya tertumpah semua. Maka keluarlah segala jenis umpatan : dari anggota tubuh sampai isi kebun binatang. Kami menyebut dia si mulut trocoh. Emosinya mudah tersulut, mulutnya rajin menyemprot. Begitu spontan, Masih untung dia bukan jenis cengkiling.

Umpatan, sering terlontar begitu mekanis. Sama spontannya  dengan latah dan kentut. Ketiganya sering tak terkendali. Bagaimana persepsi orang, ya itu tergantung di lingkunangan mana ia sedang  berada. Di lingkungan para sahabat umpatan dan kentutan bisa bersahutan meningkahi canda keakraban. Di lingkungan ibu-ibu se-rt, di mana saya sering kumpul, si tukang latah menjadi guyonan yang menyegarkan. Apalagi jika si latah mulai menyebut alat-alat kelamin.

Akan jadi masalah jika sesorang tak mampu mengendalikan ketiganya atau salah satunya. Ora empan papan. Nggak bisa membayangkan toh, kalau saya lagi mengajar di depan kelas lantas ngumpat, latah atau kentut ? Perbuatan criminal sih bukan. Tapi melanggar sila kedua Pancasila : Kemanusiaan yang adil dan beradab.

Jadi tambah masalah jika seseorang adalah pejabat public dan melontarkannya di ruang public. Bagi kita yang rajin mencermati televisi terjadi pendengaran yang cukup mengagetkan ketika pada tangagal 15 Juni lalu, seorang capret eh… yang mulia calon presiden yang berbodi gempal itu melantunkan kata “kampret” dengan santunnya. Entah apa yang mendasarinya. Mungkin jengkel, mungkin marah, serasa sebuah jab menghunjam wajahnya. Tentu saja pasukan horenya menolak kata kampret itu terlontar dari mulut pujaannya.

Secara saya ini orang iseng jadi suka blusukan di berbagai kelompok diskusi virtual. Di ruang maya ini ketemu dengan teman-teman yang sama isengnya. Inilah hasil iseng-iseng seorang teman yang memungut potongan video debat capres putaran kedua kemudian diolah dalam souncloud sekedar untuk membuktikan: dia bilang “kampret” atau tidak.

Kawan ini mengedit source video dengan menaikkan gain atau amplify sebuah file audio.  Manipulasi Efek Audio , tidak dilakukan , tidak ada penambahan efek reverb,chorus,delay pada file yang diposting.  Komposisi Audio dengan Multitrack, jelas pada postingan di bawah ini  merupakan hasil akhir dari mix multi chanel berupa out L+R..bisa diubah jadi stereo bisa mono. Tapi di postingan ini  mono L+R.. Multi track yang dimaksud seperti puluhan track pada sequencer cubase. jelas file tsb bukan multi track. karena hanya berupa file out final L+R.

Di bawah ini adalah celot5ah sana-sini teman-teman virtual saya. Saya cuma mengedit dikit-dikit pada bahasa dan EYD-nya. Kesimpulannya ya monggo, toh saya tak bisa mengubah selera siapapun. Santai sajzalah.. mari ngopi sambil cermati :

Pada video Debat Capres ini :

Source Video : http://www.youtube.com/watch?v=ZqdtZMarj7k

Detik 0:38 – 0.39..ada suara “Kampret” terdengar sangat pelan.Yang jadi pertanyaan : apakah suara tersebut terlontar dari mulut sang capres atau file video sudah didubbing, suara dari dari input source lain? mic dan sumber suara lain?

Ini file convert dari video (youtube) kemudian section bunyi “kampret” diamplify 18x.
Dengarkan disini :
https://soundcloud.com/cahyo-wisanggeni/prabowo-tidak-menguasai-tpid-debat-capres-jokowi-vs-prabowo-15-juni-2014-2

File convert dari link video tanpa di amplify:
https://soundcloud.com/cahyo-wisanggeni/prabowo-tidak-menguasai-tpid-debat-capres-jokowi-vs-prabowo-15-juni-2014-1

 

Mengingat audio adalah Output dari Mixer audiao yang berupa sinyal Mix L+R… pertanyannnya apakah selain capres , pembawa acara adakah mic lain untuk tim sukses atau yang lainnya yang terbuka? tidak di mute?  Kalau source itu berasal dari mic om wowo, ya sangat fatal lah…acara begitu masih ga bisa nyembunyikan habitusnya…  Saya kira kalau berasal dari mic lain, ndak mungkin; dalam acara tsb cuma ada tiga mic…timses cuma duduk nonton; tapi kata kampret mungkin hal biasa bagi yg mengucapkan tsb; orang sudah kenal tabiatnya koq; itu masih termasuk mendingan dikatain kampret, daripada micnya dilempar-

Jika saya operator di acara semacam itu, tentu saya kan menutup semua chanel mic yang tidak ada hubungannya dengan acara tersebut jadi tinggal mic untuk Jokowi, mic untuk Prabowo , mic untuk pembawa acara dan mic ambient untuk suara penonton…

Kalau dilihat di software Editing audio (saya menggunakan cubase). suara kampret terdengar dalam intonasi yang tidak mungkin jika di ucapkan oleh Jokowi, pembawa acara maupun ambient (suara penonton), kecuali file sudah didubbing…maka kemungkinan suara datang dari source mic nya Pak Prabowo sangat besar

Malah tambah seru to? Untuk debat berikutnya mesti lebih agresif, saya kira perlu didorong supaya bukan hanya kampret yg muncul, tetapi juga kata guoblok, biyangane, asu dst, pasti seru….hahaha; iki arep milih presiden opo penguasa pasar blok M?

Untuk diingat , saat itu jokowi tidak bertanya tentang singkatan tpid, tetapi bertanya kurang lebih soal bagaimana meningkatkan kinerja tpid; lantas PS tanya balik apa singkatan tpid; jokowi menjawab: “itu tim pengendalian inflasi daerah pak prabowo” (jokowi di sini juga salah singkatannya…hahaha); baru PS menjawab: saya kan ndak tahu semua singkatan, kampret…

Kalau jokowi mau dan paham dikit soal agitasi dan psikologi, di panggung debat dia bisa mengeksploitasi PS. Sebab menurut erving goffman, seorang sosiolog, presentasi seseorang di dunia sosial itu spt dramaturgi, ada yg dinamakan “front stage”, penampilan di “panggung” sosial (biasanya akan menyesuaikan diri dg norma sosial atau adaptif thd kesan publik, di sini berperan apa yg disebut manajemen impresi, dan di sini pula apa yg disebut pencitraan dilakukan); ada pula yg disebut “back stage”, ini adalah tabiat atau karakter seseorang di area privat, biasanya mencerminkan hal sebenarnya yg tak ingin diketahui publik; dan terakhir adalah “off stage”, penampilan atau presentasi seseorang di depan publik yg tak terukur, random, dan tak bertujuan khusus;

Nah di dalam debat capres, sudah ada video soal “cipika cipiki” keduanya pada saat di ruang tunggu (back-stage) dan di panggung (front-stage), dan terlihat capres numero uno berbeda secara diametral di dunia area tsb; nah jika jokowi mau melakukan eksploitasi sisi “back-stage” lawannya, maka besar kemungkinan bukan saja “kampret” yg muncul, tetapi suara akan segera meninggi, adrenalin meningkat, ada blokade ego, terjadi emotional hijacking, dan efeknya….seperti tyson menggigit kuping holyfield; jika itu terjadi, pilpres sudah selesai di panggung, dan kita semua bisa menonton semifinal piala dunia lebih santai tanpa harus berpikir untuk datang ke tps.

Horeee…..!!!

 

Sources & related posts:

https://www.facebook.com/groups/belajarcaranyabelajar/permalink/656165354438721/

http://budilisnt.wordpress.com/2010/03/30/psikologi-marah/

http://www.slideshare.net/rina_aldit/word-psikologi-sosial-agresi-mercubuana-20120

 

 

 

 

Silakan tulis komentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s