Kemenangan Jokowi – Ahok

Membaca Kemenangan Jokowi : Merebut Kembali Kedaulatan Nurani

Menjelang hasil quick count mencapai hitungan 100% dan menunjukkan kemenangan kubu Jokowi – Ahok, Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli (Foke – Nara) menggelar konferensi pers. Dengan wajah yang saya tafsirkan sebagai memendam berbagai perasaan, ia mengucapkan selamat kepada sang pemenang. “ Quick count  merupakan hitung ilmiah yang pantut dihormati.  Hasilnya menempatkan pasangan nomor 3 yakni pasangan Jokowi-Ahok sebagai pemenang,  juga kami hormati.  Kami memberi ucapan selamat dengan harapan amanah yang diberikan oleh warga Jakarta hendaknya dipertanggungjawabkan dengan baik.” katanya.

Lantas ia memberikan mikrofon kepada pasangannya Nara. Mantan jenderal yang ramai dicacai maki di dunia maya karena menirukan logat China saat debat ini hanya berkata singkat. Intinya ia minta maaf jika selama bersosialisasi ada kata-kata yang kurang berkenan kepada masyarakat. Sejenak saya merasa simpati. Sudah seharusnya dilakukan hal yang seperti itu oleh seseorang yang kalah dalam sebuah kompetisi.

Sudah sejak kemenangan Jokowi –Ahok pada  putaran pertama saya memendam antipati kepada Foke – Nara. Saya marah dan ingin muntah atas pengkhianatan mereka dan  pengikut-pengikutnya kepada para founding fathers / mothers negeri ini dan perjanjian luhur bangsa. Mereka mengingkari kondisi alamiah Indonesia yang plural dan menempatkan semua golongan setara dalam lindungan UUD dan Pancasila. Dengan segala cara mereka berusaha untuk menang, yang pada akhirnya terbaca sebagai membodohi rakyat, menumpulkan  nalar dan memberangus nurani.

Demi kemenangan mereka mengobarkan politik kebencian dan pecah belah. Mereka memperhadapkan mayoritas vs minoritas, pusat vs daerah serta Islam vs non Islam. Bahkan melakukan hal yang melecehkan kesakralan sebuah kitab suci: meminta sekelompok masyarakat bersumpah dengan Al Quran untuk memilih Foke- Nara. Agama yang mestinya menjadi sarana untuk membentuk kesalehan pribadi ditarik ke ranah  politik,  semata sebagai alat untuk mencari pembenaran lewat tafsir-tafsir yang dangkal.

Lama kita hidup sebagai bangsa terjajah, baik penjajahan kolonialisme, penjajahan mental oleh Orde Baru, penjajahan oleh parta-partai penguasa dan penjajahan oleh dogma-dogma agama. Kita tidak percaya diri untuk berpikir merdeka dan bertindak merdeka dalam koridor hukum normatif, etika, dan sensitivitas sosial.  Maka tak heran sebagian masyarakat mudah ditakuti-takuti oleh ancaman kekerasan dan neraka. Untunglah, generasi muda di mana-mana membawa roh perubahan. Saya terharu betapa mereka dengan penuh semangat berjuang dengan cara-cara cerdas. Media masa, ekspresi seni dan jejaring sosial rupanya merupakan cara ampuh untuk memasarkan ide dan meng-counter pembodohan oleh para penguasa.

Kemenangan Jokowi – Ahok adalah kemenangan hati nurani warga, the civil society. Ini bukan slogan. Kemengan ini membuktikan bahwa, masyarakat warga adalah masyarakat yang cerdas. Mereka berdaulat atas pilihan hati nuraninya. Masyarakat bisa menimbang dengan logika. Terbukti bahwa elit partai hanyalah segerombolan  oportunis dan mencari kekayaan untuk mereka sendiri. Keputusan mereka bukan keputusan masyarakat. Semoga kemengan ini menjadi bahan pemikiran kita semua (jangan berharap pada anggota DPR) untuk mengawal / membatalkan rancangan undang-undang yang ingin mengembalikan pemilihan gubernur lewat DPRD seperti sebelum 2004.

Kita semua telah memetik hasil yang manis. Bagi saya kemenangan ini merupakan sekali lagi bukti keampuhan Pancasila, UUD 1945 dan NKRI yang kian lama terasa kian rentan digerogoti sebagian anak bangsa ini. Kemenangan hanya langkah kecil memasuki sebuah pintu gerbang. Sesudah itu yang ada hanyalah kerja keras. Mari kita kawal Jokowi – Ahok agar menepati janji kampanyenya. Kita juga kawal mereka agar tidak jadi sapi perah dan bulan-bulanan partai di DPRD.

Silakan tulis komentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s