TOLAK KENAIKAN HARGA BBM !!!

ATAS DASAR AMANAT UUD 1945  TOLAK KENAIKAN HARGA BBM !!!

Bohong besar bahwa pemerintah memberi  subsidi BBM kepada rakyat. Yang benar adalah rakyat miskin memberi  subsidi kepada para pejabatnya untuk  laku hedonis dan koruptif mereka.

Pasal 33 UUD 1945 mengamanatkan bahwa  kekayaan sumber daya alam dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Tetapi apa yang terjadi dengan rakyat di Negara Indonesia yang kaya sumber daya alam ini ? Seperti anak ayam mati di lumbung padi, karena padinya dirampok  oleh orang-orang yang dipilih menjadi pejabatnya  (baca penjajah).

Mencermati debat panjang  tentang kenaikan BBM April nanti, pemahaman saya mengenai issue itu semakin diperkaya oleh thread teman-teman di grup Fb saya. Bahan berikut ini saya unggah dari diskusi maya mereka.

Pak Kwik Kian Gie  mengatakan, bahwa sistem tata buku pemerintahan itu adalah cash-basis. Lantas  keuntungan nilai jual dikurangi harga bahan dasar itu uangnya lari ke mana?  Jadi sebenarnya pemerintah tidak memberi subsidi, tetapi justru rakyatlah yg mensubsidi kemewahan pejabat-pejabat  pemerintah.

Ada beberapa kesalahan mendasar pemerintah dalam mengelola sumber daya minyak Indonesia:

  • Pertama, minyak mentah dibeli dari kilang yg dikelola perusahaan asing.  Kenapa a set strategis sampai jatuh hampir semua (85%) ke tangan asing?
  • Kedua, harga minyak mentah dijual ke luar negeri mengikuti harga pasar. Ini sudah bertentangan dengan  UUD ’45.
  • Ketiga, selisih harga jual (yg mengiikuti harga pasar) dan harga beli (dari rakyat) itu uangnya lari ke mana?
  • Keempat, mengapa penjualan crude  dan pembelian BBM harus melalui sebuah perusahaan misterius ‘Petral’ yg berdomisili di Singapura? Siapa saja pemegang sahamnya? Keuntungannya lari ke mana?

Kalau tidak salah ingat, transaksi melalui Petral itu tiap hari 700.000 barrel. Kalau 1 barrel saja mengambil untung USD 0.1. Berarti tiap hari sudah untung USD 70.000 atau setara dengan Rp.650 juta per hari ! keuntungan minimal per bulan (30 hari) : Rp 19,5 Miliar. Ini tak jelas masuk ke kantong siapa.

Alasannya  yang dikemukakakan adalah  hedging  (hedging adalah tindakan yang dilakukan untuk melindungi sebuah perusahaan dari exposure terhadap nilai tukar) Ini karena Pertamina tidak kompeten melakukan hedging finansial di oil market.  LHO !

 Kalau memang pemerintah benar – benar berniat mengemban amanat rakyat, tentu perusahaan hedging itu tidak perlu dididirikan di Singapura (dan tak jelas). Mengapa tidak didirikan saja perusahaan itu di Jakarta, sehingga keuntungannya bisa dimasukkan dalam buku pemasukan keuangan negara?

INi adalah parabel / perumpamaan sederhana tentang tragedi menyak tersebut di atas .

Ibaratnya, kita punya air, terus kita titip ke dispenser tetangga  sebelah, wee lha selanjutnya kita musti bayar untuk setiap segelas air milik kita sendiri itu, dengan  harga selangit.

Lebih parah lagi. Setiap anggota keluarga yang mau minum harus beli melalui perantaraan  si kakak sulung. Keuntungannya masuk ke kantong si kakak tentu saja.  Jadi adik-adiknyanya semakin miskin, si kakak semakin kaya. Kalau dibilang merampok  jelas dia menolak dan  menjawab “Ini pengaturan utuk kesejahteraan keluarga kok !”

Si kakak bilang ke adik-adiknya,  “Harga air minum itu benernya 1500 lho, tapi saya subsidi 500 karena saya prihatin dengan kesulitanmu”. Adiknya yag masih TK senang berteriak, “Horee kakak baik”.

Tapi berhubung si kakak kaya ini walau sudah mewah tapi rakus masih ingin beli mobil sport terbaru dan uangnya kurang, maka ia harus menambah pemasukannya, ia bilang ke adik-adiknyanya, “Maaf, kakak sekarang tidak punya uang, maka subsidi saya hapus. Kalau tidak kakak akan bangkrut. Kalo bangkrut nanti kalian tidak   bisa minum aqua lagi”.

NAH ! Sederhana kan  untuk dipahami ?? Jadi TOLAK KENAIKAN BBM ATAS  NAMA AMANAT PENDERITAAN RAKYAT JELATA !!!

Satu lagi :

Anggito Abimanyu, salah satu fundamentalis neo-liberal Indonesia yang selalu bersikeras menaikkan harga BBM dengan alasan “mengurangi beban subsidi BBM”,  pun akhirnya bertobat mengakui bahwa tidak ada subsidi dalam BBM.  http://cahyono-adi.blogspot.com/2012/03/pengakuan-anggito-abimanyu-tidak-ada.html 

——————————————————————————————-

Beberapa komentar teman dalam grup :

Jadi ngapain Indonesia mengikuti harga BBM Internasional…hmmmm, memang edan !>>

Tanyakanlah pada si ‘kakak’ kenapa aqua (lauk makan siang, pakaian, dsb) mesti dititipkan kepada tetangga dan bayar.

Itulah sebabnya indonesia tidak pernah maju-maju. Karena kakak2nya tidak pernah benar2 ingin maju.

Sebenarnya bisa bikin kilang pengolahan petroleum tapi dibilang tidak bisa. Sehingga bisa diserahkan keluar negeri, karena bisa jadi obyekan.
Bisa bikin perusahaan hedging tapi dibilang tidak bisa, kekurangan SDM. Sehingga bisa dibuat diluar negeri diumpetin tidak ada yg tahu kalau diobyekin.  Karena kalau mandiri tidak bisa jadi obyekan.

10 Negara yg Jual BBM kpd Rakyat nya tanpa mengikuti harga Internasional :
1. Venezuela :
Rp.585,-/liter
2.Turkmekistan : Rp.936,-/liter
3. Nigeria :
Rp.1.170,-/liter
4. Iran :
Rp.1.287,-/liter
5. Arab Saudi :
Rp.1.404,-/liter
6. Lybia :
Rp.1.636,-/liter
7. Kuwait :
Rp.2.457,-/liter
8. Qatar :
Rp.2.575,-/liter
9. Bahrain :
Rp.3.159,-/liter
10. Uni Emirat Arab :
Rp.3.300,-/liter.

Link terkait :

Hitung-hitungan Kwik Kian Gie : http://kwikkiangie.com/v1/2012/03/kontroversi-kenaikan-harga-bbm/

Silakan tulis komentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s