MEDITASI (Latihan untuk Pemula)

Berlatih meditasi bersama guru saya Father Sebastian Painadath SJ dari Sameeksha Center, Kerala, India

I. Nasihat untuk Pemula 

  1. Latihan teratur : cobalah berlatih setiap hari atau setidaknya beberapa kali dalam seminggu. Jika dalam jangka waktu lama tidak berlatih, kita akan sukar memulai kembali. Berlatihlah meditasi dalam keadaan apapun, juga pada saat kita merasa sulit berkonsentrasi.
  2. Tempat Meditasi : jika mungkin sediakan sebuah ruangan atau sebuah pojok ruangan khusus untuk meditasi. Siapkan tempat duduk di lantai, di kasur / sofa atau sebuah kursi bersandaran tegak. Baik juga bila kita menyediakan sebuah meja rendah / altar di depan kita untuk meletakkan patung / gambar / korpus yang menginspirasi, atau lilin, dll. Idealnya tempat ini adalah sudut yang tenang. Tetapi dalam situasi yang tidak memungkinkan bisa saja bermeditasi di tempat ramai bahkan di penjara.
  3. Memlilih Latihan : Sebaiknya mulai dengan meditasi pernafasan. Setelah terbiasa bisa mulai latihan meditasi sesuai kebutuhan. Misalnya meditasi tentang kesabaran, ketidakkekalan, penyucian diri, dst.
  4. Periode Pendek : Pada latihan awal kita bisa berlatih dalam rentang waktu yang pendek saja, misalnya 10 – 30 menit, akhiri latihan selagi tubuh dan pikiran masih segar. Jangan jadikan meditasi sebagai beban.
  5. Rileks tapi Jangan Lengah : Dengan teguh bulatkanlah tekad untuk meninggalkan semua masalah. Ingatlah sejenak hal-hal / waktu yang menyenangkan dan membangkitkan semangat dalam hidup kita, jika ini dapat membantu. Perlahan-lahan pikiran kita menjadi tenang dan jernih. Tetapi tetap waspada, perhatikan pikiran, perasaan, gambaran dan sensasi yang muncul tanpa terlibat di dalamnya. Pusatkan perhatian pada nafas.
  6. Jangan Menetapkan Harapan / Target.  Mungkin saja suatu saat kita bisa menemukan pengalaman yang menentramkan dalam bermeditasi tetapi tidak jarang pula justru tetap saja berada dalam kondisi galau. Hal ini wajar. Jangan putus asa jika belum menemukan pengalaman yang menyenangkan dalam waktu singkat. Kenali keterbatasan dan kemampuan kita.
  7. Berlatih Bersama Guru atau Teman (jika mungkin). Seorang guru bisa membimbing kita tidak terutama pada teknik bermeditasi itu sendiri, tetapi lebih pada sikap hidup. Bisa juga kita belajar bersama seorang teman / praktisi meskipun mungkin ia juga seorang pemula. Guru dan teman akan memberi dukungan dan penguatan kepada kita.
  8. Jangan Berpromosi. Kita kadang cenderung bercerita pada orang lain jika menjumpai pengalaman baru dan menyenangkan. Kurangi kebiasaan ini. Pengalaman meditasi hanya baik dibahas bersama guru atau teman dekat yang juga mempraktikkannya. Lanjutkan hidup seperti biasa sesudah kita mempraktikkan meditasi. Tidak perlu melakukan perubahan besar dalam cara hidup kita, misalnya : cara berpakaian, dsb. Meditasi adalah aktivitas internal bukan eksternal.

 II. Latihan Pertama (Pernafasan)

  1. Duduklah bersila di lantai. Kepala dan punggung tegak tetapi tetaplah dalam keadaan yang nyaman. Letakkan kedua tangan dalam keaadaan rileks di atas lutut. Jika belum terbiasa bersila, bisa juga duduk tegak di sebuah kursi.
  2. Kalau pikiran kita masih galau, cobalah mengenang saat membahagiakan dalam hidup kita : masa kanak-kanak dahulu, ataau membayangkan berada di tepi sungai bening yang gemercik airnya dengan kicau merdu burung-burung. Hal ini akan membantu pikiran  kita lebih tenang dan damai.
  3. Setelah tenang, pusatkan perhatian pada lubang hidung. Rasakan sensasi lembut ketika udara masuk melalui lubang hidung, mengalir di dalam tubuh, lalu mengalir ke luar lagi melalui lubang hidung. Bisa juga pusatkan perhatian kita kembang kempisnya rongga perut dalam setiap tarikan nafas. Arahkan kembali pikirkan ke kedua titik ini, setiap kali pikiran kita berkelana.
  4. Hitunglah nafas kita. Satu tarikan dan hembusan merupakan satu hitungan. Ini berguna untuk memusatkan pikiran. Kita bisa berkata misalnya “ Nafas masuk nafas keluar satu, nafas masuk nafas keluar dua, dst.” Hitunglah sampai tarikan dan hembusan yang ke sepuluh, lalu mulai lagi dengan hitungan satu.
  5. Jika pikiran kita telah stabil, abaikan penghitungan. Bernafaskan dengan lembut dan alami. Jika pikiran kita terpecah, kembalikan konsentrasi pada pernafasan atau mulai menghitung lagi. Bersabarlah. Bayangkan pikiran kita seperti langit jernih : awan dan mendung biasa melintasi langit tetapi mereka akan berlalu.
  6. Akhiri latihan ketika tubuh dan pikiran masih segar. Puaslah dengan latihan ini, apapun kondisi pikiran yang kita alami. Bergembiralah dengan energi positif yang telah kita daatkan dan limpahkan energi ini bagi semua makhluk : semoga pikian mereka terbebas dari penderitaan dan dipenuhi dengan kegembiraan dan kedamaian.

 Meditasi dengan posisi teratai (padmasana)

2 thoughts on “MEDITASI (Latihan untuk Pemula)

Silakan tulis komentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s