Power Point Materi Pakem Bp. A. Heri Nugroho

Selanjutnya adalah materi power point PAKEM dari Bp. Agustinus Heri Nugroho. Silakan di-dowload file berikut ini :

Media Pembelajaran Yang Tepat Untuk PAKEM

Pengembangan RPP

PENILIAN PAKEM RINGKAS

PENILAIAN PAKEM EDIT

Perencanaan Pembelajaran PAKEM

4 thoughts on “Power Point Materi Pakem Bp. A. Heri Nugroho

  1. (belum ada judul)
    “Tutup matamu…!!!”
    “Apa yang kau lihat, kau tak akan pernah tahu..!!!”
    “Tetap berjalan, atau aku akan membuat ibumu mencarimu seharian.”
    Pergilah ia ke lorong hitam itu.

    “Apa yang mereka maksud…”

    Sebuah pertanyaan yang membawanya kembali ke tempat sunyi ini.

    “Jangan pernah mencoba membuat ku penasaran. Kalian pikir aku tidak berani. Memang seringkali kalian bercanda dengan melakukan hal-hal semacam ini. Tapi, kali ini berbeda. Aku pasti akan temukan jawaban itu. Pas…”

    “(Tok..) (tuk..) (tuk..) (Tok..) tuk..) (tuk…)”

    “ti…”

    Tiba-tiba, terdengar suatu gema langkah. Meski terkejut, langkahnya tak terhenti. Sebuah senter kecil cukup membantu menentukan arah dalam gelapnya tempat pembuatan boneka yang terbengkalai itu.

    “Siapa itu..”

    Dua patah kata yang memerlukan jawaban dari siapapun yang mampu menjawabnya. Tapi akan menakutkan bila ada suara yang menjawab.

    “Jangan ada yang menjawab..” Bisiknya.

    “Ayo keluar, pintu itu masih dekat…!!”
    “Apa yang kau pikirkan. Kau bukan penakut.”

    Tak peduli dua sisi hati yang bertengkar dan degup jantung yang mengencang sedari tadi, ia maju mencoba mengalahkan rasa yang tak karuan itu.

    “Mengapa kau tak mengajak Si Pemberani itu. Ia akan membantumu keluar dari tempat ini secepat mungkin tanpa meninggalkan trauma dalam hidupmu.”

    “Apa yang kau maksud. Akulah Si Pemberani itu.”

    “Yang benar saja. Baru kali ini aku melihat seorang pemberani berjalan dalam kegelapan, dengan denyut nadi yang lelah berdegup hingga pakaiannya mandi keringat. Itukah Sang Pemberani. Hah..??!!”

    Si Hitam dan Si Putih kembali seperti dalam film laga yang membuat otaknya ramai oleh pertanyaan.

    “Menurutmu, apa yang sedang ia lakukan…?”

    “Aku kira ia sedang mencari asal suara kaki yang bodoh itu.”

    “Bodoh..?”

    “Ya. Diluar sana matahari tertawa lebar melihat lebih dari satu orang memilih meninggalkannya untuk masuk ke tempat tanpa penerangan ini.”

    “Lebih dari satu..?”

    “hahaha…. Kau tahu? Pertanyaanmu membuat ia semakin tak yakin akan keberaniannya..”

    “Sial. Ayolah, itu pasti suara orang diluar. Terang saja, tempat ini dikelilingi rumah penduduk. Ya, pasti itu suara dari luar.” Katanya meyakinkan diri.

    “Lihatlah, keberanian yang menyesatkan..”

    “Kau benar. Apa ia tidak ingat dua bangunan tua dan tiga pohon besar yang menghalangi siapapun berjalan dengan bebas dan beraninya di sekeliling tempat ini. Coba pikir sekali lagi.”

    Suara gema langkah itu terdengar semakin keras, seolah-olah sedang mendekatinya.

    “Apa… Apa itu… Siapa…!!!”

    “Saat kami mendengar suara langkah yang menggema dan suara itu terdengar semakin mendekat, salah satu dari kami melarang mengucapkan satu patah kata pun. Ia sudah memiliki banyak cerita tentang tempat itu. “

    “Memangnya apa yang akan terjadi?”

    “Aku sudah berkali-kali menanyai alasannya, tapi jawabannya selalu sama.”

    “Apa itu?”

    (belum selesai)

    Like

  2. Mis Vero, bantu Sondang mengecek isi Straight news dan Cerpen Sondang ya Mis.
    walaupun cerpen saya belum selesai.

    Terima kasih, Mis Vero..

    Like

Silakan tulis komentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s