China Membayangi Jepang (Contoh Tajuk)

Berikut ini adalah contoh sebuah Tajuk / Editorial sebuah surat kabar yang menggambarkan fungsinya yaitu : Interpretating, Explorating, dan Forecasting. Jelaskan bagian-bagian mana yang merupakan ketiga fungsi itu.

China Membayangi Jepang

Kendati masih menduduki peringkat kedua terbesar dunia, posisi Jepang akan segera tergusur oleh China. Demikian laporan harian ini, Selasa (16/02).

Sebenarnya hal itu tidak terlalu mengejutkan. Dengan pertumbuhan rata-rata hampir 10 persen per tahun dalam tiga decade terakhir, hanya soal waktu bagi China untuk menyalip, bukan hanya Jepang, tetapi juga AS sebagai Negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

Momentum krisis global yang ditandai keterpurukan negara-negara maju kian mempercepat terwujudnya prediksi Goldman Sach dan Price Waterhouse Cooper bahwa China akan menyalip semua Negara maju pada 2030. China sekarang ini ibarat pelari marathon yang melibas satu per satu pesaing dan negara-negara pendahulunya, dengan menjadi negara adidaya dan membukukan rekor dalam segala hal.

Tahun lalu China menyalip Jerman sebagai eksportir terbesar dunia. Ia juga menyalip AS sebagai yang terbesar dalam volume penjualan mobil, awal 2010. Ia bahkan diperkirakan segera menyalip Jepang sebagai produsen mobil terbesar dunia. China juga pemilik cadangan devisa terbesar dunia, dan penduduk terbesar, yang berarti juga pasar terbesar untuk berbagai komoditas penting dunia.

Bagi dunia, hari-hari ke depan ini adalah moment of the truth. China masih akan bertumbuh dengan pesat menggusur posisi semua negara maju. Kemunduran negara-negara maju termasuk Jepang, sudah di depan mata.

Tanda-tandanya sudah muncul beberapa tahun terakhir. Daya saing ekonomi Jepang runtuh dan pangsa pasarnya tergerus. Industri, di mana Jepang semula adalah pemain kuat dunia, kolaps. Korporasi multinasional Jepang tergusur dari jajaran terbesar dunia oleh pemain-pemain baru, khususnya dari China.

Kudeta posisi Jepang oleh China semakin dipercepat oleh stagnasi ekonomi selama lebih dari satu decade yang dialami Jepang awal 1990-an sehingga muncul istilah “decade hilang”. Sebaliknya China terus mencatat pertumbuhan ekonomi spektakuler sejak negara itu menerapkan sistem ekonomi pasar akhir 1970-an, mencapai dua digit per tahun, tertinggi di dunia.

Pergeseran kekuatan ini mengubah pula pola geoekonomi dan geopolitik global. Posisi strategis China ini membuat tak satu  Negara pun mengabaikan pengaruh China senagai produsen sekaligus pasar terbesar dunia. Bukan hanya Jepang, ini peringatan bagi semua negara untuk lebih serius mengantisipasi perubahan peta baru global ini, karena konsekuensinya bukan hanya ekonomi, tetapi juga sosial politik.

Krisis pangan dan melonjaknya harga komoditas dunia pada tahun 2008, yang antara lain juga akibat faktor China, hanya salah satu contoh. Kita juga sudah merasakannya lewat gempuran produk-produk China di pasar dalam negeri, yang bakal semakin intens degan berlakunya Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN – China.

Tajuk Rencana Kompas, 17 Februari 2010, halaman 4.

Silakan tulis komentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s