Refleksi Dongeng Anak Itik yang Buruk Rupa

(Biarkan Bebek Berenang dan Elang Terbang)

Saya ingat dongeng ibu ketika saya kecil tentang anak itik yang buruk rupa. Alkisah, sebutir telur itik dititipkan pada seekor induk ayam untuk dierami. Ketika genap harinya, menetaslah beberapa ekor anak ayam yang lucu, mungil dan bersih serta seekor anak itik, yang buruk, karena bulu-bulunya belum lagi tumbuh. Mereka diasuh bersama-sama oleh si induk ayam. Tetapi anak-anak ayam itu segera tahu bahwa anak itik itu bukanlah saudara kandung mereka. Si anak itik yang buruk rupa selalu diolok-olok dan dipojokkan.

Suatu hari banjir melanda tempat tinggal mereka. Ayam-ayam tinggal di kandang dan kelaparan. Hujan tak menunjukkan tanda-tanda mereda. Demi melihat genangan air itu, timbullah getaran kekuatan menjalari tubuh si anak itik untuk merenanginya. Ya ! Si buruk rupa telah menemukan jati dirinya. Ia memang berbeda dengan anak ayam. Ia berenang, makin lama makin lancar, ke sana kemari. Induk angkatnya panik bukan main. Bagaimanapun ia takut anak asuhnya akan tenggelam dan mati. Tapi tidak! Ia justru bisa mencarikan makanan buat induk  dan sudara-saudara angkatnya. Si anak itik telah menjadi makhluk sesuai fitrahnya tetapi tidak pula melupakan siapa yang mengasuhnya.******

Saya  memparalelkan dongeng ini dengan dongeng seekor anak elang yang diasuh induk ayam. Ia hanya bisa berjalan saja, sama seperti anak ayam yang lain, karena begitulah sang induk mengajari mereka. Tetapi pada saat yang tepat ia  juga akan terbang untuk menemukan kepenuhan hidupnya – the fullness of life.

Seekor induk semang – ayam – tentu terkaget-kaget, tidak mengira bahwa ia telah membesarkan makhluk jenis lain. Ada kecemasan, apakah si anak mampu menyambut hidupnya yang baru, juga kecemasan apakah ia akan melupakan jasa pengasuhnya. Perlu kebesaran hati untuk memberikan kebebasan bagi anak yang selamaini berada dalam asuhannya ****

Saya ingin bercermin pada dongeng ini ketika saya memiliki sejumput otoritas di tangan saya. Otoritas menjadi orang tua, guru, atau “majikan” .  Saya akan memberikan kesempatan dan mendorong mereka semua sampai menemukan batas maksimal potensi mereka. Berbesar hati ketika mereka “terbang” meninggalkan sarang aman asuhan kita, untuk menjalani jati dirinya.

Tetapi kita sering mejumpai orang yang berada dalam posisi “patron”,   justru hatinya tidak lebih mulia dari  induk ayam yang mengasuh anak itik atau elang tadi. Orang-orang ini tidak mau memberikan kesempatan berkembang kepada para bawahannya, maeskipun kesempatan itu ada. Mareka menghalangi setiap potensi anak buahnya. Berbagai alasan  menjadi dasar keberatan misalnya, takut di anak buah akan menuntut gaji dan jabatan yang lebih tinggi, takut wibawa dan kekuasaannya dan terusik nantinya, takut si anak buah akan meninggalkannya, dan seribu ketakutan lain yang bergema di kepalanya sendiri.

Satu hal dia lupa bahwa kebesaran hati kita justru bertambah ketika kita mampu melahirkan generasi yang lebih berkualitas dari rahim cinta kasih kita, entah sebagai orang tua, guru, boss ataukah masyarakat biasa.  “Biarkan mereka menjadi lebih besar dan aku lebih kecil, “ demikian satu nas yang perlu kita renungi dan jalani dengan ikhlas.

About these ads

About Veronika Gunartati

http://veronikacloset.wordpress.com/about-me/

Posted on 10 October 2011, in Ruang Refleksi and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Hello, after reading this awesome piece of writing i am as
    well delighted to share my know-how here with mates.

    Liked by 1 person

Silakan tulis komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 510 other followers

%d bloggers like this: